Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Blogger templates

Jam

RSS

About

bunga delphinium


Delphinium, berasl dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti Dolphin. Bunga ini merupakan perlambang dari esensi dan rasa suatu hal yang mempunyai kualitas surgawi atau kesucian.
Dengan memberikan rangkaian bunga Delphinium kepada ibu atau orang yang telah membesarkan anda, anda memberikan mereka pesan bahwa anda sangat menghargai ketulusan mereka membesarkan anda dan mendampingi anda dalam segala hal yang menimpa anda.
Klik Gambar untuk melihat gambar ukuran penuh
                   

 sumber :delphinium

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bambu sri rejeki belang

Bambu Sri Rejeki Belang 

tanaman bambu sri rejeki belang

Tanaman Hias Dalam Ruangan - Sri Rejeki Belang Jasa layanan sewa tanaman hias untuk memperindah ruangan dengan nuansa lembut, tanaman keluarga bambu sri rejeki belang yang berwarna hijau tetapi dihiasi oleh list berwarna putih menambah pesona dari bentuk daun yang lonjong memanjang ini, sedangkan batang daun sebenarnya ada tetapi hanya pendek dan cendrung melebar sehingga tidak tampak bahwa daun indah ini ditopang oleh batang daun, sedangkan batang pohon tidak berbeda dengan bambu sri rejeki yang lain, dengan ciri diameter batang berkisar antara 1 sampai 2 cm, dan dengan bentuk beruas ruas mengikuti dari daun,

Spesifikasi sewa tanaman bambu sri rejeki belang

  1. Tinggi tanaman berkisar antara 1 meter
  2. Tumbuh secara berumpun
  3. Tersedia dalam bentuk midle indoor plant
  4. Pot dalam ukuran 18 liter, pot luar ukuran no. 2 yaitu kisaran diameter 30 cm
  5. Media tanam adalah campuran cocofeed, pupuk kandang, sekam bakar
  6. Harga sewa tanaman sri rejeki belang adalah Rp. 35.000,- sampai 45.000,-
  7. Minimal sewa 10 pot
  8. Minimal kontrak 6 bulan
  9. Penggantian 2 minggu sekali
Tanaman untuk penghias ruangan lebih bervariasi akan memiliki efek yang bagus terhadap keindahan ruangan, dan penggunaan tanaman bambu sri rejeki belang dapat menjadi solusi atau pilihan

sumber :bambu sri rejeki

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

pacar cina















pacar cina, aglaia odorataTumbuhan pacar cina yang bemanfaat dan berkhasiat ini adalah tanaman yang mudah tumbuh di semak-semak, menghasilkan bunga kuning sebesar butir beras dengan bau harum dengan aroma wangi sangat kuat.  Aglaia odorata memiliki banyak khasiat untuk keperluan dunia kesehatan,  odorine dan odorinol diperoleh dari tanaman yang bersifat dingin guna meredam  aktivitas kanker chemopreventive.
Tanaman Perdu, tinggi 2 - 6 m, batang berkayu, bercabang banyak, tangkai berbintik-bintik kelenjar berwarna hitam. Daun majemuk menyirip ganjil yang tumbuh berseling, anak daun 3 - 5. Anak daun bertangkai pendek, bentuk bundar telur sungsang, panjang 3-6 cm, lebar 1 - 3,5 cm, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, permukaan licin mengilap terutama daun muda. Bunga dalam malai rapat, panjangnya.5-16 cm, warna kuning, dan harum. Buah buni, bulat lonjong, warnanya merah, panjang 6 - 7 mm, dengan ruang 1-3, biji 1-3.

Ciri tumbuhan pacar cina yang bermanfaat dan berkhasiat

  1. Spesies  Aglaia odorata
  2. Nama Inggris Culan
  3. Nama Indonesia Daun pacar cina
  4. Nama Lokal Culan (Sunda), Pacar Culam (Jawa), Pacar cina, culan (Sumatra)
  5. Distribusi/Penyebaran tanaman ini meliputi India, Cina bagian selatan, Asia Tenggara, Australia bagian utara dan kepulauan di Samudra Pasifik. Di Indonesia tumbuhan dapat ditemui tumbuh di pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Philipina, Sulawesi, Bali dan Flores.
  6. Habitat Pacar cina sering ditanam di kebun dan pekarangan sebagai tanaman hias, atau tumbuh liar di ladang-ladang yang cukup mendapat sinar matahari.
  7. Perbanyakan melalui cangkok.

Kegunaan tumbuhan pacar cina 

Senyawa aktif utama yang bersifat insektisida dan dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan biopestisida ini termasuk dalam golongan benzofuran. pada daun Aglaria odorata selain rokaglamida juga ditemukan, dan tiga senyawa turunan yaitu desmetilrokaglamida, metil rokaglat dan rokaglaol. Aktivitas ekstra bagian tanaman pacar cina selain bersifat insektisida dapat juga bersifat antifidan atau penghambat perkembangan
 
sumber:plantamor

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

palem kipas

palem kipas












disebut palem kipas karena bentuk daunnya mirip kipas, ada beberapa tanaman palem yang biasanya disebut sebagai palem kipas, informasi lengkap dibaca di
1.Palem sadeng cinencis, Tanaman yang dapat tumbuh dengan ketinggian sampai dengan 12 meter, memiliki batang yang kokoh dengan diameter mencapai 25 cm
2.Palem sadeng minyak; berbeda dengan palem sadeng cinencis, palem yang memiliki daun mirip dengan kipas ini juga disebut sebagai tanaman pelem kipas
3.Palem dob; Palem kipas disebut dob juga memiliki kemiripan denga tanaman palem tersebut diatas
4.Bismarckia adalah genus palm monotypic dinamai kanselir pertama dari Kekaisaran Jerman, Pangeran Otto von Bismarck dan julukan untuk spesies satunya, Bismarckia nobilis
5.Palem sadeng kebo, palem sadeng yang mirip sadeng minyak tetapi batang berukuran diameter sampai 50 cm
http://gardenmaterial.blogspot.com/2012/12/palem-kipas.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tumbuhan keras tulang

Keras Tulang: Apakah Kerasnya Seperti Tulang

 

Tumbuhan Keras Tulang (dok.pribadi)
Kemudian tanaman tersebut oleh uyut diambil beberapa batang dan dicuci. Setelah dicuci sampai bersih langsung direbus dengan takaran 4 gelas teh air mentah menjadi 1 gelas teh air rebusan tanaman tersebut. Tunggu sampai hangat-hangat kuku baru diminum. Air rebusan yang diperoleh berwarna hitam pekat seperti air kopi. Tapi ada yang menarik yaitu, keras tulang yang sudah direbus tidak dibuang tapi masih bisa dipakai keesokan harinya hingga air hasil rebusan diperoleh air rebusan berwarna bening.
Setelah minum rebusan pertama, saya mulai merasakan badan agak enakan dan beberapa jam kemudian saya mulai bisa buang air kecil. 3 hari kemudian badan terasa ringan dan segar. Selama 3 hari tersebut, warna air kencing saya berubah dari hitam kecoklat-coklatan sampai bening. Rupanya ada proses pembersihan di dalam tubuh saya. Uyut mengatakan kalau keras tulang memang cocok buat orang yang mempunyai masalah di ginjal. Karena selain berfungsi sebagai antibiotik alami, tanaman ini kalau di alam terbukti akarnya bisa membelah batu dengan proses alaminya.
Yang menariknya lagi tanaman ini juga bisa mengatasi orang yang terkena masalah di organ hati terutama yang terkena liver, hepatitis, lambung dan pencernaan. Tapi dapat juga untuk menambah stamina karena beberapa kali saya minum air rebusan ini pada malam hari keesokan paginya badan terasa segar. Memang agak sulit untuk membuktikannya secara ilmiah dan perlu adanya penelitian tentang khasiat tanaman ini.
Disamping itu tanaman keras tulang tidak mudah ditanam di sembarang tempat kecuali di habitatnya yaitu di gunung Simpai. Beberapa kali saya coba tanam di beberapa tempat termasuk di rumah maka tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik bahkan cepat layu dan mati. Tidak tahu mengapa bisa demikian. Mungkin perlu ada penelitian kembali tentang lokasi yang tepat secara demografi agar tanaman ini bisa tumbuh dengan baik.
Demikian tulisan ini dibuat sebagai tambahan pengetahuan bagi pembaca. Ini membuktikan bahwa Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati. Siapa lagi yang mau melestarikan dan mencari manfaat kalau bukan kita sebagai anak bangsa pemilik sah bangsa dan negara Indonesia.
sumber :tumbuhan keras

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 tanaman herbal yang kaya manfaat

Lima Tanaman Herbal yang Kaya Manfaat

 

 

 Metrotvnews.com: Dalam dunia pengobatan herbal, dikenal beberapa tanaman yang dipercaya ampuh untuk menghilangkan penyakit tertentu. Bukan hanya pengobatan, beberapa tanaman herbal bahkan didaulat sebagai bahan yang bisa membantu menghilangkan bekas luka.
Lima tanaman herbal berikut bisa Anda jadikan sebagai obat yang bisa Anda gunakan tanpa rasa khawatir akan efek samping.

1. Chamomile: nyeri
Chamomile merupakan salah satu solusi yang paling populer karena sifat anti-inflamasi. Chamomile bekerja untuk menghilangkan sakit perut, nyeri otot, dan menenangkan saraf yang tegang. Anda dapat mengonsumsi chamomile dalam secangkir teh panas melalui kantong teh chamomile atau dengan menggunakan dua sendok makan bunga chamomile dalam teh Anda. Pastikan Anda mengaduknya dengan baik  selama sepuluh menit.

2. Aloe Vera: meremajakan kulit
Kita semua tahu manfaat dari aloe Vera atau lidah buaya untuk manfaat keindahan. Tetapi apakah Anda tahu bahwa lidah buaya juga bagus sebagai obat herbal alami untuk luka bakar ringan?

3. Bawang putih: hilangkan bekas luka dan bisul
Bawang putih dikenal memiliki sifat antibiotik yang yang mampu menghilangkan luka kecil atau bahkan bisul. Namun, Anda harus tahu bahwa sifat antibiotik bawang putih hanya dapat dimanfaatkan ketika bawang dicintang, dihancurkan atau dikunyah mentah. Ini adalah salah satu obat herbal alami yang dapat Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Peppermint: gangguan pencernaan
Peppermint telah lama dikenal sebagai obat herbal alami untuk menyembuhkan gangguan pencernaan. Anda bisa menggunakan peppermint dalam bentuk mentah dari daun segar atau menambahkannya dalam secangkir teh. Tambahkan dua sendok makan daun peppermint kering dalam teh panas Anda, aduk selama sepuluh menit.

5. Ginseng: disfungsi seksual
Selain memberikan dorongan energi instan, ginseng dikenal untuk membantu disfungsi ereksi. Ginseng umumnya tersedia dalam bentuk tablet, kapsul atau teh. Tapi dosis tergantung pada kondisi individu. Pastikan Anda berkonsultasi dengan ahli sebelum menggunakan ginseng sebagai obat herbal alami untuk mengobati disfungsi ereksi. (Magforwomen/Nana Febrina/Eno)

sumber:lima tanaman herbal yang kaya manfaat

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pohon Serut

POHON SERUT

POHON SERUT (Streblus asper) sekarang lebih dikenal sebagai salah satu favorit pohon bonsai, bentuk batang dan daun yang eksotik menyebabkan bonsai Pohon Serut banyak diburu orang. Selain itu konon kabarnya pohon Serut ini mempunyai aura dingin yang bermanfaat untuk menangkal santet atau teluh yang mempunyai aura panas. Mengenai hal gaib ini memang secara ilmiah belum ada yang meneliti kebenarannya, tetapi secara supranatural ada orang yang menyakini kebenarannya. Memang kalau dilihat dari beberapa cerita di masyarakat pedesaan pohon Serut, Beringin, Preh, Randu Alas dan pohon-pohon tua lainnya selalu mempunyai cerita-cerita menarik yang berhubungan dengan alam gaib. Seperti di daerah Sleman Barat tepatnya di daerah Minggir terdapat kampong Serut, di depan sebuah bangunan tua peninggalan Belanda tumbuh subur Pohon Serut tua. Konon kabarnya pada malam-malam tertentu sering terjadi penampakan-penampakan gaib.

Pohon Serut tumbuh menyemak sampai pohon menengah setinggi 4-10 meter, bentuk daun persegi panjang-bulat telur sampai belah ketupat dengan panjang 4-12 cm, permukaan daunnya kasar, tepi daun bergerigi, ujung runcing, pangkal daun meruncing, tulang daun menyirip. Bunga laki-laki pendek dan kuning kehijauan. Bunga femal adalah peduncled, biasanya berpasangan, hijau dan hampir penutup buah. Buah berbentuk bulat, dengan panjang 8-10 milimeter, kuning pucat, pericarpnya lembut dan berdaging, sedangkan bijinya bulat telur dengan diameter 5-6 milimeter.
Penyebaran pohon Serut ini dari sekitar India, Sri Lanka dan Asia Selatan sampai ke Asia Tenggara (termasuk Filipina). Di Indonesia saat ini Pohon Serut banyak dijumpai selain di Taman Nasional Alas Purwo sebagai salah satu habitat alaminya, juga dapat ditemukan di nursery – nursery sebagai tanaman bonsai yang di jual dengan harga dari Rp. 50.000,- s.d. Rp.150.000,-

Pohon Serut sangat apik jika dibonsai karena mempunyai perakaran tunjang yang kuat, berwarna coklat keputihan dengan batang berkayu, silindris, banyak cabang tinggi atau rendah, batang retak/bercelah, kulit batang hampir mengelupas, abu-abu. Dengan system percabangan yang banyak menjadikan Pohon Serut banyak diminati karena memudahkan untuk membentuk bonsai sesuai dengan selera masing-masing.

Manfaat:
Daun Serut kasar sehingga sering digunakan untuk membersihkan peralatan masak dan sebagai pengganti amplas. Kulit pohon serut yang telah direbus digunakan untuk desinfektan luka, dan juga digunakan secara internal untuk penyakit kulit yang disebut "culebra”, selain itu kulit pohon yang digunakan untuk penawar racun dengan cara dikunyah. Di India rebusan kulit Serut digunakan untuk demam, disentri dan diare. lateks dari serut digunakan untuk mengobati tumit yang sakit dan tangan pecah-pecah dengan dioleskan pada kelenjar pembengkakan. Selain itu Akar serut digunakan untuk menyembuhkan epilepsi dan pembengkakan inflamasi dan diterapkan untuk bisul serta sebagai astringen dan antiseptik.

Klasifikasi Ilmiah: Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida, Ordo Urticales, Family Moraceae, Genus Streblus, Species Streblus asper Lour
Sinonim : Calius lactescens Blanco; Streblus lactescens Blanco


sumber: flara fauna indonesia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Beda Kluwih dengan sukun

BEDA KLUWIH DENGAN SUKUN


Nama Ilmiah
Artocarpus altilis (Park.) Fsb.

Nama Daerah
Melayu: Gomu
Aceh: Kulu
Batak: Kulur
Minangkabau: Kalawi
Lampung: Kaluwih
Sunda: Kelewih
Jawa: Kluwih
Madura: Kolor
Bali: Kalewih
Bima: Kolo
Timor: Lakuf
Makassar: Gamasi
Selayar: Kuloro
Bugis: Ulo
Seram: Limes, Unas!
Halmahera: Dolai
Indonesia: Kluwih, keluwih, kulur (Sunda)
Inggris: Seeded breadfruit
Melayu: Sukun
Vietnam: Sake
Thailand: Sa-ke
Pilipina: Rimas, kamansi
Botani
Sinonim: Artocarpus communis J.R. & G.A. incisa (Thunb.) L.f.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

mitos pohon kelor

MITOS POHON KELOR


(sumber foto:http://noenkcahyana.blogspot.com/2011/01/daun-kelor-dan-manfaatnya.html)

Pohon Kelor (Moringa oleifera), dipercaya berasal dari India, menghasilkan biji spesial yang dapat membantu pembekuan untuk membersihkan air. Penggunaannya sudah dimulai di Sudan dan Peru, dimana kawasan perumahan mendapatkan pasokan air dari danau atau sungai terdekat. Untuk membersihkan air keruh dan berlumpur, penduduk setempat menggunakan biji dari pohon kelor, yang juga dikenal sebagai morongghi.

Nama umum
Indonesia: Kelor, limaran (Jawa)
Inggris: Moringa, ben-oil tree, clarifier tree, drumstick tree
Melayu: kalor, merunggai, sajina
Vietnam: Chùm ngây
Thailand: ma-rum
Pilipina: Malunggay

Kelor
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Capparales
Famili: Moringaceae
Genus: Moringa
Spesies: Moringa oleifera Lam

Deskripsi
Kelor (Moringa oleifera) tumbuh dalam bentuk pohon, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 7 - 12 m. Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar. Percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling (alternate), beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda - setelah dewasa hijau tua, bentuk helai daun bulat telur, panjang 1 - 2 cm, lebar 1 - 2 cm, tipis lemas, ujung dan pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus. Bunga muncul di ketiak daun (axillaris), bertangkai panjang, kelopak berwarna putih agak krem, menebar aroma khas. Buah kelor berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 - 60 cm, buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat - berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan. Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak. Perbanyakan bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian ± 1000 m dpl, banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang.

Pohon kelor selain punya cerita mistis ternyata juga banyak mengandung nutrisi yang potensial untuk mengatasi gizi buruk, meningkatkan ketahanan pangan, mendorong pembangunan perdesaan dan mendukung pengelolaan tanah yang berkelanjutan.


MITOS POHON KELOR

Sebelum cerita tentang nutrisi yang sumbernya dari temen dan browsing internet, saya mau cerita tentang mitos dari pohon kelor. Tumbuhan yang mempunyai nama latin Moringa oleifera atau dalam bahasa inggris disebut drumstick plant ini masuk kedalam famili Moringaceae. Secara fisik sosok tanama kelor dapat tumbuh mencapai tinggi 10 meter, akan tetapi seringkali dipotong secara rutin agar ketinggiannya tetap 1 meter agar daun dan buahnya dapat dicapai oleh tangan. Cerita mitosnya sebagai berikut:

1.Galih Kelor
Galih kelor biasanya tersembunyi ditengah-tengah pohon kelor yang sudah tua. Cara mendapatkannya adalah memotong pohonnya dan membelahnya menjadi 2 dan akan tampak galihnya berwarna coklat kehitaman. Tetapi sulitnya, tidak semua pohon kelor mengandungnya. Galih tersebut, diyakini memiliki kekuatan sbb :
Meredam kejahatan manusia
Meredam sihir dan senjata ghaib lainnya
Meredam gangguan senjata tajam
Menjaga kerukunan dalam poligami
Meredam petaka bisnis
Meredam fitnah dan kebencian orang
Meredam gangguan makhluk halus
Cara mempergunakannya adalah memotong galih tsb kecil dan membuatnya sebagai cincin yang diembani dengan perak.

2.Daun Kelor
Hingga saat ini masih banyak orang yang sulit untuk melepaskan diri dari belenggu mitos kesaktian daun kelor. Masih banyak ditemui di desa-desa dimana orang percaya bahwa jika ada orang yang sakit dan tergeletak lama namun tidak juga meninggal, maka orang tersebut diduga memiliki kesaktian tertentu yang harus segera dilepas dari tubuhnya. Untuk membantu melepas kesaktiannya biasanya orang tersebut disapu dengan daun kelor hingga akhirnya dapat meninggal dengan tenang. Ketika jasadnya kemudian dimandikan orang tersebut juga disapu lagi dengan daun kelor supaya bersih dari segala mahluk yang masih menempel pada jasadnya.

Saking banyaknya orang yang berhasil diobati dengan daun kelor pada jaman dahulu sampai-sampai mitos kesaktian daun kelor bisa bertahan hingga ribuan tahun, bahkan hingga sekarang. Selain untuk mengusir, kelor juga dipercaya bisa menolak kedatangan mahluk halus. Di jaman serba teknologi seperti sekarang ini kadang masih bisa ditemukan ada rumah yang di atas pintu utamanya ditaruh seikat daun kelor sebagai penolak bala.

Batang bersama daun kelor, umumnya digunakan sebagai “alat” untuk melumerkan atau menon-aktifkan “kekuatan magis” seseorang, yaitu dengan cara disapu-sapukan ke bagian muka ataupun dijadikan “alat tidur”, misal seseorang yang tahan terhadap pukulan, bacokan, bahkan tidak mempan oleh terjangan peluru, maka dengan cara disapu-sapukan ke bagian tubuhnya, ataupun dijadikan alas tidurnya, atau ada pula air tanaman kelor disiramkan ke seluruh tubuhnya, maka kekuatan magis tubuhnya akan lumer atau hilang.

Kira-kira dua cerita itu yang sampai kini masih berkembang di tengah-tengah masyarakat pedesaan. Maksud saya menulis tentang mitos daun kelor ini bukan dalam artian mengajak untuk mempercayainya, tetapi sekedar melengkapi informasi tentang pohon kelor.

POHON KELOR DI ERA SEKARANG


Lain dulu lain sekarang. Dengan penelitian ilmiah, terungkap bahwa daun ini ternyata mengandung berbagai unsur nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk memulihkan dan menjaga kesehatan. Variasi dan kadar kandungan nutrisi daun kelor berada di luar batas-batas kewajaran. Fenomena aneh ini diakui di dunia barat sekalipun karena memang dasarnya adalah penelitian ilmiah. Tidak heran banyak media masa internasional mempopulerkan pohon kelor sebagai “miracle tree” alias pohon ajaib, bahkan ada yang menyebutnya sebagai "tree for life". Memang mengagumkan. Bayangkan saja, jika kita memiliki sebuah pohon di halaman rumah yang bisa ditanam dan dirawat dengan mudah, tidak mati meskipun diterpa kemarau panjang, daunnya bisa disayur untuk memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh, bisa digunakan sebagai obat ketika kita sakit, selain itu bijinya juga bisa untuk menjernihkan air yang kita minum. Kedengarannya seperti pohon yang hanya ada di dunia angan-angan, namun kenyataannya memang ada.

Berdasarkan data kelor merupakan tanaman yang paling mutiguna, hampir semua bagian dari tanaman kelor ini dapat dijadikan sumber makanan, sebagai pakan ternak dan unggas dan di beberapa kawasan ada bagian yang dijadikan serbuk untuk mengobati penyakit-penyakit endemis.


Komparasi kelor source :http://www.themoringa.com/images/Moringa_Nutrition.jpg

•Kandungan Vitamin C-nya setara dengan 6 kali vitamin C buah jeruk, sangat
bermanfaat untuk mencegah berbagai macam penyakit termasuk flu dan demam
•Kandungan Vitamin A-nya 4 kali lipat dari wortel untuk mencegah penyakit
mata, kulit, hati dan diare
•Kandungan kalsiumnya 4 kali kalsium susu, berguna untuk membentuk tulang dan
gigi yang kuat
•Kandungan Kaliumnya 3 kali kandungan kalium dalam pisang yang sangat penting
untuk perkembangan otak dan syaraf.
•Kandungan proteinnya sama dengan kandungan protein telur, penting untuk daya
tahan sel tubuh kita

Seperti yang disebutkan di atas, bahwa tanaman kelor penting dalam mengatasi gizi buruk terutama bagi bayi dan balita serta ibu menyusui. Daunnya dapat dikonsumsi segar, dimasak atau disimpan dalam bentuk serbuk untuk persediaan beberapa bulan tanpa harus dimasukkan kedalam lemari pendingin tanpa kehilangan kandungan nutrisi. Pohon Kelor di daerah tropis daunnya relative lebih banyak, bahkan di musim kemaraupun masih terlihat menghijau. Hal ini bisa dijadikan salahsatu alternative ketahanan pangan di saat musim paceklik yang langka bahan makanan.

Bahkan, di beberapa negara di Afrika, seperti di Etiopia, Sudan, Madagaskar, Somalia, dan Kenya, sekarang mulai dikembangkan pula di Arab Saudi dan Israel, menjadi bagian untuk program pemulihan tanah kering dan gersang, karena sifat dari tanaman ini mudah tumbuh pada tanah kering ataupun gersang, dan kalau sudah tumbuh maka lahan di sekitarnya akan dapat ditumbuhi oleh tanaman lain yang lebih kecil, sehingga pada akhirnya pertumbuhan tanaman lain akan cepat terjadi.
Sedangkan untuk anda yang penasaran cara memasaknya, bisa mencoba memasak daun kelor dengan sayur bening (sup daun kelor) atau mungkin dengan cara ditumis dicampur dengan bahan-bahan sayuran lainnya.

3.Biji Kelor
Penelitian menunjukkan bahwa biji kelor mengeliminasi elemen beracun dari air. Jadi fungsi penambahan biji tersebut untuk membersihkan air, sebenarnya untuk memisahkan air tersebut dari microba yang dapat mengakibatkan penyakit.

Pohon Kelor dengan bunga putih tidak terlalu sulit didapat. Biasanya tumbuh di dekat pohon kelapa dan terkadang juga kita temukan di sepanjang jalan atau di taman.

Cara penggunaan :
- ambil biji kelor yg sudah tua dan kering
- kupas dan hancurkan biji tersebut, campur dengan sedikit air di botol atau gelas dan dikocok
- tuangan campuran tersebut ke dalam air yang ingin dibersihkan
- biarkan selama 2 - 3 jam
- pisahkan air yang telah dibersihkan dengan endapannya
- air yang telah dibersihkan tersebut siap untuk direbus dan digunakan sebagai air minum atau kebutuhan lain

Juga sangat mudah untuk menumbuhkan pohon kelor untuk mendapatkan bijinya. Cukup dengan memotong cabang dari pohon kelor yang sudah besar dan tua. Di usia 1,5 - 2 thn, pohon kelor sudah menhasilkan buah dan bunga.


Rasa air gambut yang pahit dan warna kecoklatan, tentu saja tidak memenuhi syarat sebagai air minum. Bahkan, air gambut yang digunakan untuk mencuci pakaian pun yang berwarna putih justru akan berubah menjadi kecoklatan. Maka dengan sistem penyaringan sederhana ditambah dengan pengendap yang berasal dari serbuk atau tumbukan biji kelor, pada akhirnya akan menjadi air jernih, walau belum bersih. Sehingga untuk air minum harus dilakukan perlakuan, antara lain dimasak terlebih dahulu.

Banyak sekali kegunaan pohon kelor. Daun dan buahnya yang muda dapat dimakan. Bijinya, selain dapat membersihkan air, dapat juga digunakan untuk menambah aroma dalam masakan. Getahnya dapat digunakan sebagai obat tetes mata dan antiseptik.

4.Akar Kelor
Sebagai tanaman berkhasiat obat, tanaman kelor mulai dari akar, batang, daun, dan bijinya, sudah dikenal sejak lama di lingkungan pedesaan.
Seperti akarnya, campuran bersama kulit akar pepaya kemudian digiling-dihancurkan, banyak digunakan untuk obat luar (balur) penyakit beri-beri dan sebangsanya. Daunnya ditambah dengan kapur sirih, juga merupakan obat kulit seperti kurap dengan cara digosokkan.

Sedangkan sebagai obat dalam, air rebusan akar ampuh untuk obat rematik, epilepsi, antiskorbut, diuretikum, sampai ke obat gonorrhoea. Bahkan, biji tua bersama dengan kulit jeruk dan buah pala, akan dapat menjadi “spiritus moringae compositus” yang digunakan sebagai stimulans, stomachikum, carminativum sampai diuretikum.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kenikir

KENIKIR (Ulam Raja)

Siapa yang tidak kenal Kenikir? Pasti bagi mereka yang hobi wisata kuliner mengenal kenikir terutama daunnya. Memang bagi penduduk kota-kota besar mudah menemukan daun Kenikir, baik itu itu di pasar tradisional maupun supermarket, namun rata-rata mereka belum tahu jenis-jenis pohon Kenikir berikutnya bunganya. Kenikir atau ulam raja merupakan terna tropika yang berasal dari Amerika Latin, tetapi tumbuh liar dan mudah didapati di Florida, Amerika Serikat, serta di Indonesiadan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kenikir adalah anggota dari Asteraceae. Kenikir tumbuh baik di dataran rendah sampai pegunungan ± 700m dpl., dengan kondisi tanah yang subur, liat, dan berdrainase baik, terutama di tempat terbuka yang mendapatkan sinar mataharipenuh. Jenis-Jenis Kenikir
Keluarga besar Kenikir yaitu Asteraceae ini jenisnya banyak (lihat Fobi), namun hanya beberapa yang bisa dipakai untuk lalapan seperti Kenikir (Cosmos caudatus), Beluntas (Pluchea indica) dan Selada (Lactuca sativa).Sedangkan untuk jenis-jenis Asteraceae dari Genus Cosmos dan Genus Tagetes biasanya disebut Kenikir oleh orang Jawa yakni seperti Kenikir (Cosmos caudatus), Kenikir (Cosmos sulphureus), Kenikir (Tagetes erecta) dan Kenikir (Tagetes patula). Manfaat Kenikir selain dari jenis Cosmos caudatus tidak pernah dipakai untuk lalapan, karena rasanya yang sedikit pahit dan getir. Bahkan untuk jenis Tagetes erecta dapat dipakai untuk bahan pestisida nabati karena mengandung quercetagetin, quercetagitrin, dan tagetiin yang termasuk dalam kelompok senyawa flavonoid, serta senyawa tagetol, linolaol, ocimene, limonen, dan piretrum yang termasuk dalam kelompok monoterpenoid. Tumbuhan ini juga mengandung senyawa alkaloid, serta senyawa thertienil yang termasuk dalam kelompok senyawa poliasetilen.Tagetes erecta ini biasanya dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit Infeksi saluran nafas bagian atas, radang mata, batuk, radang tenggorokan, sakit gigi dan juga kejang pada anak. Sedangkan kesukaan menggunakan Cosmos caudatus sebagai lalapan dapat bermanfaat untuk memperbaiki peredaran darah dan mencuci darah, serta untuk menguatkan tulang. Daun Kenikir juga bersifat antioksidan (AEAC) yang amat tinggi, yaitu setiap 100 gram daun yang segar mengandung antioksida yang sama dengan 2,400 miligram L-asid askorbik. Bahan-bahan antioksidan yang utama disebabkan oleh kehadiran bilangan proantosianidin yang berwujud sebagai dimer, melalui heksamer, kuersetin glikosida, asid klorogenik, asid neoklorogenik, asid kripto-klorogenik, serta penangkap radikal bebas. Radikal bebas dipercaya memicu banyak penyakit karena faktor lingkungan, seperti kanker dan jantung. Pada kenikir, kandungan flavonoidnya merupakan zat antioksidan paling efektif menangkal zat jahat tersebut. Oleh karena hal ini, kenikir disebut sebagai agen kemopreventif. Serta berdasarkan beberapa kajian para ahli, kenikir juga mengandung 3 persen protein, 0,4 persen lemak dan karbohidrat serta kaya dengan kalsium dan vitamin A. Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae, Divisi:Spermatophyta, Kelas: Magnoliophyta, Ordo:Fabales, Famili: Asteraceae, Genus: Cosmos, Spesies:C. caudatus, Nama binomial:Cosmos caudatus 

sumber:flora fauna indonesia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Free Flower Cursors at www.totallyfreecursors.com